Langsung ke konten utama

Problema Maba

Mahasiswa baru biasanya dituntut untuk menjadi aktif di kampus, tapi apakah untuk menjadi aktif harus bertingkah laku yang kurang sesuai norma agar mendapat perhatian dan menjadi yang diperhitungkan? Semua itu tergantung pilihan masing- masing individu, bagaimana maba tersebut menjadi aktif. Strategi yang diterapkan masing- masing orang mungkin berbeda, namun alangkah lebih baik jika ingin dekenal orang dengan cara yang sesuai nilai- nilai, dan norma- norma sehingga terkesan lebih pantas. Ada kalanya seseorang harus diam agar dapat membaca situasi dan perilaku orang- orang disekitar agar dapat menyesuaikan diri dengan lebih pantas. Tapi beberapa orang juga dapat langsung aktif agar semua perhatian tertuju padanya dengan cara yang positif. Namun sebagai muslimah bahkan masyarakat Indonesia yang terkenal sopan dan ramah, bukankah lebih baik untuk menjadi orang yang lebih sopan. Menjadi aktif seharusnya dengan tujuan membawa nama kampus menjadi lebih baik di lingkungan luar dengan memberikan dampak positif bagi individu, kampus dan masyarakat sekitar. Ditulisan ini terlalu gamblang menunjukan bahwa saya adalah maba yang tidak berani secara sepontan menjadi aktif, entah karena alasan apa. Tapi menurut saya membawa nama kampus harus dengan jalan yang baik, atau mungkin ungkapan tersebut hanya pembelaan dari saya karena saya tidak berani tampil. Namun menurut pengalaman saya, saya bukan orang yang demam panggung atau canggung berinteraksi dengan orang, memang saya akui jika saat awal saya akan memilih diam, hingga saya tidak mempunyai teman. Tapi saat saya sudah merasa cukup dengan adaptasi, saya akan mudah berinteraksi bahkan saya tidak segan untuk berpendapat. Tapi entah mengapa saya selalu seperti ini, diam, sendiri, sepi. Saya sadar akan hal itu tapi mengapa benar- benar sulit untuk berbicara diwaktu awal. Ada satu kendala yang menurut saya adalah bagian yang tersulit, yaitu bahasa, memang komunikasi tidak akan terjadi jika tidak ada bahasa. Ini adalah problema saya saat menjadi maba, terasa ulit, berat dan canggung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Senin, aku menyukaimu

Hai senin, selamat bertemu lagi Hai senin, berdebar aku menunggumu Hai senin, melonjak aku dipertemuan kita Mengapa aku menyukaimu, ketika yang lain tak begitu Mengapa aku merindumu, ketika yang lain tak begitu Mengapa aku menantimu, ketika yang lain tak begitu Senin, Terimakasih kau hadir Karenamu Lebih banyak aku menatapnya Lebih banyak aku bersamanya Lebih banyak aku didekatnya Lebih banyak aku berbicara denganya Lebih banyak perhatianya untuku Lebih banyak suaranya untuku Lebih banyak tatapanya untuku Lebih banyak energinya untuku Bagaimana aku begitu menyukai senin? Karena senin aku bertemu selasa dan lainya Karena senin aku bertemu sabtu pilu Pilu karena minggguku tak dapat bersamanya Tapi itu seninku yang dulu Tapi itu seninku yang lalu Tapi itu seninku ketika dia ada Tapi itu seninku ketika aku dan dia Seninku tentang dia Hariku tentang dia Waktu dulu ketika ada dia Dan sekarang tak begitu Seninku hambar Kedatanganmu tak begitu kusukai Aku sepe...

Greget kamis 26 juni

Ada cerita baru hari ini (kamis, 26 juni '14), bertemu dengan teman- teman di sekolah. Seperti dulu saat masih sekolah aku selalu suka hari minggu karena besoknya akan sekolah dan bertemu dengan teman- teman terutama bertemu dengan seseorang yang biasa saja tapi entah kenapa aku selalu senang bertemu denganya. Hari ini aku bertemu denganya lagi, tapi entah kenapa setelah sekian lama tidak pernah berjumpa, semuanya terasa hampa, ingin menyapa tapi tidak tahu bagaimana caranya :( . Untuk melihat ke arahnya saja sulit. Sebenarnya aku bukan orang yang mudah mengaku jika aku punya rasa dengan seseorang, bahkan teman terdekatku tidak akan tahu siapa yang aku suka. Tapi untuk orang yang satu ini membuatku berbeda, rasanya terlalu gemas hingga ingin cerita ke teman- teman, atau membuat tweet atau status tentang dirinya,  untungnya aku masih bisa menahan. Mungkin menulis disini akan lebih baik karena yang membaca tulisanku ini pun mungkin bukan orang- orang yang kenal denganku, aku tahu bet...