
Ada sebuah ungkapan "mengapa harus bertemu jika akhirnya akan terpisah", ungkapan yang mengarah pada rasa sesal, marah, dan tidak dapat menerima kenyataan. Ungkapan itu tidak akan berlaku jika kita sesalalu memiliki pola pikir yang positif, ada kalanya Tuhan memberikan skenario yang cukup berat untuk kita jalani. Semisal, kita dipertemukan dengan seseorang yang dapat meluluhkan hati kita, seseorang yang tak terduga datang dan membuat kita jatuh cinta padanya. Dengan adanya seseorang itu kita merasa bahagia, seakan- akan tuhan telah mengirimkan sesorang yang benar- benar sesuai dengan kita. Biasanya rasa syukur atas kedatangan orang itu dihidup kita akan selalu mengalir, apalagi ketika kita melihat matanya yang memancarkan cinta. Saat itu kita akan terlena, terlalu berbunga- bunga karnanya. Namun saat kita berpisah dengan orang tersebut dengan alasan ataupun tanpa alasan kita akan mengeluh pada tuhan "kenapa Kau pertemukan kami jika akhirnya kami berpisah?". Saat seperti itu kita pasti merasa kenapa kebahagiaan itu hanya numpang lewat. Tapi ketahuilah bahwa skenario Tuhan itu indah, mungkin kita ditakdirkan untuk melalui hal itu semua agar kita dapat menahan diri, dapat menjaga hati, bahkan anggap saja agar lebih tegar menjalani hidup yang tidak pasti ini. Mungkin apa yang baik bagi kita tidak baik bagi Tuhan, jadi berusahalah untuk selalu berpikir positif, mungkin orang tersebut dipertemukan kepada kita hanya untuk memberi warna pada hidup kita, penyemangat saat kita ada masalah, ketika dirasa sudah cukup, mudah saja untuk kita Dijauhkan. coba bayangkan jika saat itu kita tidak dipertemukan dengan orang tersebut akankah kita merasa kehilangan? akankah kita merasa saat itu indah? akankah kita merasa Tuhan itu baik? Jadi semua yang terjadi harus dilogikakan, dihubungkan dengan pikiran dan hati, agar tidak ada penyakit hati dan selalu tenang menghadapi semua yang terjadi.
Komentar
Posting Komentar