Langsung ke konten utama

Numpang Lewat



Ada sebuah ungkapan "mengapa harus bertemu jika akhirnya akan terpisah", ungkapan yang mengarah pada rasa sesal, marah, dan tidak dapat menerima kenyataan. Ungkapan itu tidak akan berlaku jika kita sesalalu memiliki pola pikir yang positif, ada kalanya Tuhan memberikan skenario yang cukup berat untuk kita jalani. Semisal, kita dipertemukan dengan seseorang yang dapat meluluhkan hati kita, seseorang yang tak terduga datang dan membuat kita jatuh cinta padanya. Dengan adanya seseorang itu kita merasa bahagia, seakan- akan tuhan telah mengirimkan sesorang yang benar- benar sesuai dengan kita. Biasanya rasa syukur atas kedatangan orang itu dihidup kita akan selalu mengalir, apalagi ketika kita melihat matanya yang memancarkan cinta. Saat itu kita akan terlena, terlalu berbunga- bunga karnanya. Namun saat kita berpisah dengan orang tersebut dengan alasan ataupun tanpa alasan kita akan mengeluh pada tuhan "kenapa Kau pertemukan kami jika akhirnya kami berpisah?". Saat seperti itu kita pasti merasa kenapa kebahagiaan itu hanya numpang lewat. Tapi ketahuilah bahwa skenario Tuhan itu indah, mungkin kita ditakdirkan untuk melalui hal itu semua agar kita dapat menahan diri, dapat menjaga hati, bahkan anggap saja agar lebih tegar menjalani hidup yang tidak pasti ini. Mungkin apa yang baik bagi kita tidak baik bagi Tuhan, jadi berusahalah untuk selalu berpikir positif, mungkin orang tersebut dipertemukan kepada kita hanya untuk memberi warna pada hidup kita, penyemangat saat kita ada masalah, ketika dirasa sudah cukup, mudah saja untuk kita Dijauhkan. coba bayangkan jika saat itu kita tidak dipertemukan dengan orang tersebut akankah kita merasa kehilangan? akankah kita merasa saat itu indah? akankah kita merasa Tuhan itu baik? Jadi semua yang terjadi harus dilogikakan, dihubungkan dengan pikiran dan hati, agar tidak ada penyakit hati dan selalu tenang menghadapi semua yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Senin, aku menyukaimu

Hai senin, selamat bertemu lagi Hai senin, berdebar aku menunggumu Hai senin, melonjak aku dipertemuan kita Mengapa aku menyukaimu, ketika yang lain tak begitu Mengapa aku merindumu, ketika yang lain tak begitu Mengapa aku menantimu, ketika yang lain tak begitu Senin, Terimakasih kau hadir Karenamu Lebih banyak aku menatapnya Lebih banyak aku bersamanya Lebih banyak aku didekatnya Lebih banyak aku berbicara denganya Lebih banyak perhatianya untuku Lebih banyak suaranya untuku Lebih banyak tatapanya untuku Lebih banyak energinya untuku Bagaimana aku begitu menyukai senin? Karena senin aku bertemu selasa dan lainya Karena senin aku bertemu sabtu pilu Pilu karena minggguku tak dapat bersamanya Tapi itu seninku yang dulu Tapi itu seninku yang lalu Tapi itu seninku ketika dia ada Tapi itu seninku ketika aku dan dia Seninku tentang dia Hariku tentang dia Waktu dulu ketika ada dia Dan sekarang tak begitu Seninku hambar Kedatanganmu tak begitu kusukai Aku sepe...

Greget kamis 26 juni

Ada cerita baru hari ini (kamis, 26 juni '14), bertemu dengan teman- teman di sekolah. Seperti dulu saat masih sekolah aku selalu suka hari minggu karena besoknya akan sekolah dan bertemu dengan teman- teman terutama bertemu dengan seseorang yang biasa saja tapi entah kenapa aku selalu senang bertemu denganya. Hari ini aku bertemu denganya lagi, tapi entah kenapa setelah sekian lama tidak pernah berjumpa, semuanya terasa hampa, ingin menyapa tapi tidak tahu bagaimana caranya :( . Untuk melihat ke arahnya saja sulit. Sebenarnya aku bukan orang yang mudah mengaku jika aku punya rasa dengan seseorang, bahkan teman terdekatku tidak akan tahu siapa yang aku suka. Tapi untuk orang yang satu ini membuatku berbeda, rasanya terlalu gemas hingga ingin cerita ke teman- teman, atau membuat tweet atau status tentang dirinya,  untungnya aku masih bisa menahan. Mungkin menulis disini akan lebih baik karena yang membaca tulisanku ini pun mungkin bukan orang- orang yang kenal denganku, aku tahu bet...