Langsung ke konten utama

Persahabatan yang Indah

Persahabatan bukan terjadi karena perkenalan yang telah cukup lama. Jika dikehendaki baru kenal dan merasa nyaman untuk bercerita, bertukar pikiran, marah-marahan untuk menemukan jalan keluar, jalan bareng, dan punya pemikiran yang sama bisa saja langsung menjalin persahabatan yang indah. Persahabatan yang indah biasanya tidak tahu pasti bagaimana persahabatan tersebut bermula, hal apa yang menyebabkan mereka menjadi lebih dekat dan kapan mereka saling peduli dan berapa lama mereka kenal, persahabatan yang indah akan terjadi secara alami, diawal pertemuan pasti tidak akan terlintas bahwa orang ini akan menjadi sahabat saya nanti, karna orang ini memiliki sesuatu yang spesial didirinya, jika memang ya dan berpikir seperti itu maka orang tersebut akan selalu mencari keistimewaan di diri temanya, mencari apa yang dapat berguna baginya, mencari karakter yang cocok denganya. Jika hal itu terjadi, tidak akan pernah ada sahabat yang sesuai dan benar- benar sempurna dengan kriteria- kriteria tertentu. Persahabatan yang indah yang terjalin secara alami adalah dimana seseorang tiba-tiba dekat dan mereka melakukan banyak hal yang mereka sukai bersama karena pemikiran yang cocok satu sama lain.
Ada sebuah anggapan dari perempuan, bahwa lebih nyaman untuk bersahabat dengan laki- laki karena mereka akan lebih mengerti, memahami, tidak terlalu ikut campur dengan urusan pribadi, lebih bisa menjaga dan lebih bisa mendengar saat sahabatnya bercerita. Tapi bukankah sahabat lawan jenis dapat menimbulkan masalah baru? Nantinya akan timbul rasa cinta, dan jika salah satunya dekat dengan pasanganya maka sahabatnya akan merasa hanya sebagai buku dairy, karena sahabatnya akan datang untuk bercerita tentang pasanganya. Dan bahkan dalam pandangan agama mereka bukan muhrim. Jika bersahabat dengan gender sama seperti perempuan dengan perempuan, mereka akan mudah beradaptasi, lebih mudah menyampaikan cerita- cerita mereka dengan sahabatnya, dapat melakukan hal- hal yang mereka sukai bersama, bercerita tentang pasangan masing- masing. Tapi biasanya persahabatan perempuan dengan perempuan juga banyak resikonya seperti jika salah satu sahabat bercerita tentang pasanganya maka sahabat yang lain akan mendekati pasangan sahabatnya, jika sahabat berbuat negatif maka sahabatnya akan lebih mudah mengikuti.Semua hal tersebut adalah kemungkinan, bisa saja salah dan tidak benar sama sekali. Tetapi semua pilihan tergantung pada pribadi masing- masing apakah lebih nyaman bersahabat dengan laki- laki atau perempuan. Dan jika seseorang bersahabat pasti orang tersebut lebih mengenal sahabatnya, sehingga mereka akan menghadapi masalah bersama sesuai kemampuan masing- masing dan mereka dapat menyaring apa yang dapat dilakukan bersama sahabat dan apa yang tidak dapat dilakukan bersama sahabat, bagaimana menasehati sahabat tanpa menyinggung perasaan sahabatnya.
Persahabatan yang bertahan lama biasanya karena didasari hal yang positif, karena hal positif tersebut mereka akan berusaha menjaga dan menangani masalah didalam persahabatanya dengan cara yang positif. Dan kuncinya adalah saling percaya bahwa persahabatan ini murni, bukan karena pamrih apapun. Kedua saling jujur tentang sahabatnya, semua yang didasari kejujuran akan berjalan dengan baik. Ketiga, komunikasi setidaknya untuk menanyakan kabar, karena jika putus komunikasi untuk waktu yang cukup lama pasti akan ada rasa canggung dan ada perubahan pada diri sahabat yang tidak diketahui. Yang terakhir adalah tulus, jika persahabatan itu tulus maka sahabat akan ada saat suka maupun duka. Saat duka sahabat akan mengibur, mencarikan jalan keluar yang terbaik, menguatkan hati, menasehati, memberikan rasa simpati. Saat suka sahabat akan datang dengan kabar gembira dan sahabatnya menyambut dengan suka cita, berbagi kebahagiaan, bergembira saat melihat sahabatnya gembira.
Intinya adalah berteman dengan siapa saja tanpa pandang bulu, jalani saja dengan pemikiran yang positif, jangan mencari- cari yang cocok untuk menjadi sahabat, jalani saja dengan apa adanya jika waktunya pasti akan ada sahabat yang baik untuk menjalin persahabatan yang indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Greget kamis 26 juni

Ada cerita baru hari ini (kamis, 26 juni '14), bertemu dengan teman- teman di sekolah. Seperti dulu saat masih sekolah aku selalu suka hari minggu karena besoknya akan sekolah dan bertemu dengan teman- teman terutama bertemu dengan seseorang yang biasa saja tapi entah kenapa aku selalu senang bertemu denganya. Hari ini aku bertemu denganya lagi, tapi entah kenapa setelah sekian lama tidak pernah berjumpa, semuanya terasa hampa, ingin menyapa tapi tidak tahu bagaimana caranya :( . Untuk melihat ke arahnya saja sulit. Sebenarnya aku bukan orang yang mudah mengaku jika aku punya rasa dengan seseorang, bahkan teman terdekatku tidak akan tahu siapa yang aku suka. Tapi untuk orang yang satu ini membuatku berbeda, rasanya terlalu gemas hingga ingin cerita ke teman- teman, atau membuat tweet atau status tentang dirinya,  untungnya aku masih bisa menahan. Mungkin menulis disini akan lebih baik karena yang membaca tulisanku ini pun mungkin bukan orang- orang yang kenal denganku, aku tahu bet...