Langsung ke konten utama

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri.

Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu.

Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang lebih indah dari apa yang kurangkaikan untuku. Prasangkaku atasNya, bahwa Allah lah penulis skenario terbaik, dan diberikanNya padaku kisah baru yang tak pernah kusangka. Memang apa yang kuanggap baik tak sepenuhnya baik untukku, dan diberikanya yang terbaik yang diridhai. Ketika imajinasi sedang kutuliskan, dengan menggebu beberapa bagian kisah kurangkaikan, kuandaikan bahwa kisah itu sebagai kisahku dimasa depan. Namun kemudian kau datang, kau yang nyata bukan sosok yang kukhayalkan, kau yang bahkan tak tekpernah terpikirkan akan hadir. Kau datang dan menarwarkan masa depan. Lalu bagaimana dengan kisah yang telah kutuliskan, yang kukhayalkan akan jadi kenyataan? Dia yang kuinginkan dan kujadikan pemeran utama dalam kisah itu, akankah juga hadir menawarkan masa depan? Atau dia tak lebih hanya dia yang semu?

Lalu bagaimana kisah yang baru? Siapa pemeran utama pengganti pemeran utama dalam khayalan itu? Apakah dia benar- benar yang akan mennjadi sang pelakon utama? Apakah akan kujalani masa depanku seperti bagaimana masa depan yang kau tawarkan? Jawabanya diketahui setelah melalui kisah yang telah dituliskan, kulalui kisahku sendiri, aku pemeran utama dalam kisahku dan akan dipertemukan denganku pemeran utama yang akan menemani hidupku. Dia yang terbaik bagiku, yang diridhai oleh Nya, siapapun itu, mungkin dia yang kugambarkan dalam kisah fiktifku atau dia yang baru, dia yang akan membawa cinta dari Nya. 

Akan kujalani kisahku, dan akan tetap kutulis kisah semu itu hanya sebagai karyaku. Oh bukan hanya itu, tapi sebagai penghiburku dan agar tak kuhapus sia- sia imajinasiku, siapa tahu ada yang menyenanginya dan memiliki kisah hidup seperti kisah khayalanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai (lagi)

Mengengok kembali ruang pribadiku yang sengaja kubangun untuk menampung keluhku. Kudatangi lagi ruang peribadiku yang telah lama tak pernah kujamah lagi. Aku yang rindu untuk kembali kepadamu. Aku yang rindu, untuk berbagi kepadamu. Tengah malam ini setelah membaca roman picisan ruang pribadi manusia lain, aku teringat akan ruangku. Tempatku menjelaskan diriku kepada dunia tanpa malu karena ku tahu, aku bukan yang orang lain inginkan, diriku tak perlu mereka tahu. Nyamanku karena dapat mengumbar pada dunia tentangku, tanpa satupun yang tau. Hai... telah lama, hampir dua tahun aku tak berbagi. Malam ini aku datang lagi, aku baca ceritaku dan aku rindu memenuhimu. Hai... maaf, aku datang dikala kecewa, aku datang dikala tidak bahagia, aku datang dikala diriku penuh dengan kegundahan dengan fikiran gila. Aku berusaha, aku akan datang membuat cerita bahagia dan berani membagikanya pada dunia dan biarkan semua orang mengetahuinya. Maafkan jika beberapa tulisanku terlihat menyed...