Langsung ke konten utama

Komunikasi dengan Bahasa

Kunci dari komunikasi adalah bahasa, jika tidak ada bahasa tidak akan terjadi komunikasi. komunikasi terjadi antara dua orang atau lebih dengan komunikasi dua arah dan bahasa yang sama, jika komunikasi hanya terjadi satu arah atau dengan bahasa yang hanya dimengerti satu orang akan terasa sulit. bahkan dengan bahasa isyaratpun tidak semudah itu, jika satu sisi menggunakan lambaian tangan yang dimengerti sebagai ungkapan menolak, tapi disisi lain lambaian tangan diartikan sebagai isyarat untuk berpisah, maka akan terjadi miss komunikasi. jadi untuk melakukan omunikasi harus ada kesepakatan bahasa yang dimengerti oleh kedua sisi. misalkan ada dua orang yang berbeda, berasal dari daerah yang berbeda dengn bahasa daerahnya masing- masing dan akan melakukan perbincangan, maka akan sulit untuk saling mengerti, maka mereka harus menggunakan bahasa nasional yang bisa dimengerti oleh kedua orang tersebut. Jadi bahasa adalah unsur yang tidak bisa dihilangkan untuk berkomunikasi. seseorang akan memilih diam atau bahkan mengungkapkan kekesalanya karena tidak bisa berkomunikasi, jadi berusahalah berkomunikasi agar dapat menjalin hubungan baik dengan semua orang, dengan berbagai keuntungan yang berbeda berawal dari belajar bahasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Hai (lagi)

Mengengok kembali ruang pribadiku yang sengaja kubangun untuk menampung keluhku. Kudatangi lagi ruang peribadiku yang telah lama tak pernah kujamah lagi. Aku yang rindu untuk kembali kepadamu. Aku yang rindu, untuk berbagi kepadamu. Tengah malam ini setelah membaca roman picisan ruang pribadi manusia lain, aku teringat akan ruangku. Tempatku menjelaskan diriku kepada dunia tanpa malu karena ku tahu, aku bukan yang orang lain inginkan, diriku tak perlu mereka tahu. Nyamanku karena dapat mengumbar pada dunia tentangku, tanpa satupun yang tau. Hai... telah lama, hampir dua tahun aku tak berbagi. Malam ini aku datang lagi, aku baca ceritaku dan aku rindu memenuhimu. Hai... maaf, aku datang dikala kecewa, aku datang dikala tidak bahagia, aku datang dikala diriku penuh dengan kegundahan dengan fikiran gila. Aku berusaha, aku akan datang membuat cerita bahagia dan berani membagikanya pada dunia dan biarkan semua orang mengetahuinya. Maafkan jika beberapa tulisanku terlihat menyed...