Langsung ke konten utama

Greget kamis 26 juni

Ada cerita baru hari ini (kamis, 26 juni '14), bertemu dengan teman- teman di sekolah. Seperti dulu saat masih sekolah aku selalu suka hari minggu karena besoknya akan sekolah dan bertemu dengan teman- teman terutama bertemu dengan seseorang yang biasa saja tapi entah kenapa aku selalu senang bertemu denganya. Hari ini aku bertemu denganya lagi, tapi entah kenapa setelah sekian lama tidak pernah berjumpa, semuanya terasa hampa, ingin menyapa tapi tidak tahu bagaimana caranya :( . Untuk melihat ke arahnya saja sulit. Sebenarnya aku bukan orang yang mudah mengaku jika aku punya rasa dengan seseorang, bahkan teman terdekatku tidak akan tahu siapa yang aku suka. Tapi untuk orang yang satu ini membuatku berbeda, rasanya terlalu gemas hingga ingin cerita ke teman- teman, atau membuat tweet atau status tentang dirinya,  untungnya aku masih bisa menahan. Mungkin menulis disini akan lebih baik karena yang membaca tulisanku ini pun mungkin bukan orang- orang yang kenal denganku, aku tahu betul teman- temanku bukan pembaca blog tetapi mereka lebih aktif sosmed jadi disini mungkin aku bisa menuangkan perasaanku.
Sungguh hari ini hari yang aku harapkan untuk setidaknya bisa berbicara denganmu, setelah melihat statusmu yang menyesal karena harus berpisah sebelum menyatakan cinta. Jujur aku sangat bahagia atau hanya sekedar rasa GR yang berlebihan setelah melihat statusmu itu. Tapi entah kenapa aku merasa itu untuk aku, sebenarnya sebelumnya aku tidak seberani ini untuk merasa GR karena setiap tingkahmu. Karena cara kamu memandangku, perhatian dan semua yang kamu lakukan didepanku terasa konyol, janggal, aneh, dan terkesan mencari perhatian lama- lama aku yakin kalau kamu juga suka dengan aku, apalagi pernyataan dari temanmu yang juga mengatakan bahwa "kalau menurut aku dia suka sama kamu deh?" membuat aku semakin yakin. Yaah walaupun waktu untuku yakin dengan perasaanmu hingga sebulan lebih.
Memang  benar kata teman- temanmu bahwa kamu cuek sekali, tapi jika kamu memang suka dengan aku, kenapa kamu hanya seakan- akan memberi kode- kode saja? kenapa kamu tidak mencoba lebih dekat dengan aku? kenapa kamu tidak sms atau melakukan hal lain? Kamu itu laki- laki walaupun kamu memberikan kode tetap saja kamu yang harus menyatakan perasaanmu. Atau maksutmu dengan kamu memberi kode, aku yang harus bertindak? jangan konyol! aku bukan perempuan yang seberani itu!
Huuft... hari ini sangat huuuh... ;@ . Kamu itu bikin greget...!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Hai (lagi)

Mengengok kembali ruang pribadiku yang sengaja kubangun untuk menampung keluhku. Kudatangi lagi ruang peribadiku yang telah lama tak pernah kujamah lagi. Aku yang rindu untuk kembali kepadamu. Aku yang rindu, untuk berbagi kepadamu. Tengah malam ini setelah membaca roman picisan ruang pribadi manusia lain, aku teringat akan ruangku. Tempatku menjelaskan diriku kepada dunia tanpa malu karena ku tahu, aku bukan yang orang lain inginkan, diriku tak perlu mereka tahu. Nyamanku karena dapat mengumbar pada dunia tentangku, tanpa satupun yang tau. Hai... telah lama, hampir dua tahun aku tak berbagi. Malam ini aku datang lagi, aku baca ceritaku dan aku rindu memenuhimu. Hai... maaf, aku datang dikala kecewa, aku datang dikala tidak bahagia, aku datang dikala diriku penuh dengan kegundahan dengan fikiran gila. Aku berusaha, aku akan datang membuat cerita bahagia dan berani membagikanya pada dunia dan biarkan semua orang mengetahuinya. Maafkan jika beberapa tulisanku terlihat menyed...