Langsung ke konten utama

Senin, aku menyukaimu

Hai senin, selamat bertemu lagi
Hai senin, berdebar aku menunggumu
Hai senin, melonjak aku dipertemuan kita

Mengapa aku menyukaimu, ketika yang lain tak begitu
Mengapa aku merindumu, ketika yang lain tak begitu
Mengapa aku menantimu, ketika yang lain tak begitu

Senin, Terimakasih kau hadir
Karenamu
Lebih banyak aku menatapnya
Lebih banyak aku bersamanya
Lebih banyak aku didekatnya
Lebih banyak aku berbicara denganya
Lebih banyak perhatianya untuku
Lebih banyak suaranya untuku
Lebih banyak tatapanya untuku
Lebih banyak energinya untuku

Bagaimana aku begitu menyukai senin?
Karena senin aku bertemu selasa dan lainya
Karena senin aku bertemu sabtu pilu
Pilu karena minggguku tak dapat bersamanya
Tapi itu seninku yang dulu
Tapi itu seninku yang lalu
Tapi itu seninku ketika dia ada
Tapi itu seninku ketika aku dan dia

Seninku tentang dia
Hariku tentang dia
Waktu dulu ketika ada dia
Dan sekarang tak begitu
Seninku hambar
Kedatanganmu tak begitu kusukai
Aku seperti yang lainya ketika kau hadir
Tak semangat dengan kehadiranmu
Maaf senin, aku menyukaimu yang dulu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Hai (lagi)

Mengengok kembali ruang pribadiku yang sengaja kubangun untuk menampung keluhku. Kudatangi lagi ruang peribadiku yang telah lama tak pernah kujamah lagi. Aku yang rindu untuk kembali kepadamu. Aku yang rindu, untuk berbagi kepadamu. Tengah malam ini setelah membaca roman picisan ruang pribadi manusia lain, aku teringat akan ruangku. Tempatku menjelaskan diriku kepada dunia tanpa malu karena ku tahu, aku bukan yang orang lain inginkan, diriku tak perlu mereka tahu. Nyamanku karena dapat mengumbar pada dunia tentangku, tanpa satupun yang tau. Hai... telah lama, hampir dua tahun aku tak berbagi. Malam ini aku datang lagi, aku baca ceritaku dan aku rindu memenuhimu. Hai... maaf, aku datang dikala kecewa, aku datang dikala tidak bahagia, aku datang dikala diriku penuh dengan kegundahan dengan fikiran gila. Aku berusaha, aku akan datang membuat cerita bahagia dan berani membagikanya pada dunia dan biarkan semua orang mengetahuinya. Maafkan jika beberapa tulisanku terlihat menyed...