Langsung ke konten utama

Dia yang Hantinya Terejerembab dalam Lembah Hatiku

Aku rasa dia yang terjerembab hatinya dalam lembahku bukan karena rupa tapi karena tabiat yang tak seperti mereka yang sangat gemulai karena khodrat kewanitaanya, karena pembawaan mereka hingga banyak yang ingin melindungi mereka. Bagaimana dengan aku? Kata temanku aku ini gila karena pernah berdiri didepan manusia2 yang haus kekuasaan dan ketenaran untuk menjinakan kehausan mereka, apalagi karena aku tak berpikir panjang saat itu, mungkin batinya dia yang seorang lelaki saja harus mempersiapkan jiwa raga untuk menghadapi manusia buas itu, tapi perempuan aneh ini spontan saja bergerak. Yang ku tahu sifat dasar lelaki adalah ingin melindungi perempuanya, jadi cukuplah bagiku untuk tau diri dengan tabiatku tak ada yang berkeinginan untuk membagikan lenganya untuk jadi genggamanku. Satu lagi sifat dasar lelaki yang ku ketahui, bahkan bukan hanya lelaki tapi mungkin semua manusia yaitu adalah tertarik pada perwujudan atau apa yang tampak dalam dirimu kalau kamu perempuan maka kesan yang diinginkan adalah cantik, anggun, lembut dan fisik yang bagus. Perwujudanku? Aku bersyukur dengan diriku. Jadi untuk sekarang yang sedang terjerembab dalam lembahku, selamat datang semoga hatimu memilihku karena pencipta kita Sang Maha Kasih. Semoga kau datang tidak hanya karena perwujudanku atau hanya dengan tabiatku tapi kamu memiliku karena itu aku apapun itu. Semoga saja.

Akan kuiringi kamu untuk menguntai benang, mari kita temukan ujungnya dengan doa. Entah sampai kapan akan kuiringi itu, dan apakah ujung dari untaianmu adalah aku sebagai tulang rusukmu atau ada tulang rusuk yang lebih indah yang dipersiapkanNya untukmu. Untuk sekarang mari kita bersusah payah menjadi intan masing- masing, lalu jika memang kita harus bersatu, bimbing aku agar kita menjadi berlian dan kita akan mendapatkan surga diakhir perjalanan kita. Akan kupercayakan padamu, bagaimana kamu menguntai benangmu dan maaf untuk saat ini akan kuiringi dari kejauhan dan mungkin akan kuiringi melalui angin melalui kata yang kupanjatkan, semoga sampai menemanimu karena Allah yang paling berkuasa. Hatimu berbalik kepadaku karenaNya dan jika suatu saat nanti hatiku juga berbalik kepadamu karenaNya mungkin karena pintamu padaNya. Dan saat, saat kita menggemnggam ridho dan restu akan kuucapkan terimakasih karena tak perlu lama aku menunggu kehadiranmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Hai (lagi)

Mengengok kembali ruang pribadiku yang sengaja kubangun untuk menampung keluhku. Kudatangi lagi ruang peribadiku yang telah lama tak pernah kujamah lagi. Aku yang rindu untuk kembali kepadamu. Aku yang rindu, untuk berbagi kepadamu. Tengah malam ini setelah membaca roman picisan ruang pribadi manusia lain, aku teringat akan ruangku. Tempatku menjelaskan diriku kepada dunia tanpa malu karena ku tahu, aku bukan yang orang lain inginkan, diriku tak perlu mereka tahu. Nyamanku karena dapat mengumbar pada dunia tentangku, tanpa satupun yang tau. Hai... telah lama, hampir dua tahun aku tak berbagi. Malam ini aku datang lagi, aku baca ceritaku dan aku rindu memenuhimu. Hai... maaf, aku datang dikala kecewa, aku datang dikala tidak bahagia, aku datang dikala diriku penuh dengan kegundahan dengan fikiran gila. Aku berusaha, aku akan datang membuat cerita bahagia dan berani membagikanya pada dunia dan biarkan semua orang mengetahuinya. Maafkan jika beberapa tulisanku terlihat menyed...