Mengengok kembali ruang pribadiku
yang sengaja kubangun untuk menampung keluhku. Kudatangi lagi ruang peribadiku
yang telah lama tak pernah kujamah lagi. Aku yang rindu untuk kembali kepadamu.
Aku yang rindu, untuk berbagi kepadamu.
Tengah malam ini setelah membaca
roman picisan ruang pribadi manusia lain, aku teringat akan ruangku. Tempatku
menjelaskan diriku kepada dunia tanpa malu karena ku tahu, aku bukan yang orang
lain inginkan, diriku tak perlu mereka tahu. Nyamanku karena dapat mengumbar
pada dunia tentangku, tanpa satupun yang tau.
Hai... telah lama, hampir dua
tahun aku tak berbagi. Malam ini aku datang lagi, aku baca ceritaku dan aku
rindu memenuhimu. Hai... maaf, aku datang dikala kecewa, aku datang dikala
tidak bahagia, aku datang dikala diriku penuh dengan kegundahan dengan fikiran
gila. Aku berusaha, aku akan datang membuat cerita bahagia dan berani
membagikanya pada dunia dan biarkan semua orang mengetahuinya.
Maafkan jika beberapa tulisanku
terlihat menyedihkan dan berlebihan, aku tau dan itu memalukan, aku hanya ingin
membiarkanya. Aku saja yang membaca tulisan bodohku untuk pembelajaranku, agar
aku ingat betapa bodohnya diriku. Agar aku selalu berusaha untuk memperbaiki
diri. Tidak sepenuhnya hal konyol dimasa lalumu yang kau sesali menjadi bagian
buruk dari hidupmu. Aku menyadari kekeliruanku yang dulu, dan kubiarkan untukku
tetap mengingat itu, agar aku terus maju, terus berkeingan memperbaiki diri,
menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Walaupun begitu tak seharusnya kekonyolan
dan kebodohan itu diumbar, sama saja dengan aib cukup pribadinya yang
mengetahui, jangan dibiarkan terbuka dan menganga.
Memperbaiki diri karena menyadari
kesalahan, karena kesalahan adalah pengingat kita. Lantas bagaimana jika tak
menyadari kesalahan? Hal bodoh akan terulang, terus berulang dan memperburuk
tabiat karena sang kesalahan menjadi kebiasaan.
Haha entahlah kenapa yang awalnya
ingin menyapa menjadi ceramah aneh ini. Aku kembali kepembahasan awal. Hai..
kusapa lagi, sekarang aku sudah 20 tahun dan seingatku bebrapa tulisanku
tentang 18 tahunku, berarti sudah dua tahun berlalu. Bukan karena aku tidak
ingin menulis lagi, aku masih suka menulis tapi karena ada beberapa hal yang membuatku
terlalu perfecsionis. Ya karena keperfecsionisan (bahasa alien macam apa lagi
-__-) itu aku pernah berniat menghapus semua tulisanku dan menggantinya dengan
tulisan- tulisan dengan konten yang sudah aku tentukan. Terkadang ingin jika
semua kontenya tentang A, kemudian bagaimana jika kontenya tentang B? Lalu aku
susun beberapa kerangka untuk mewujudkan blog dengan satu konten pasti. Setelah
itu merasa kontenya kurang bagus, berganti lagi, mebuat kerangka lagi, dan hal
tersebut berulang hingga malas untuk menengok ruang pribadi ini.
Dan sekarang aku ingin kembali,
dengan kejujuranku, dengan pengalamanku, karena ini ruang pribadiku. Terimakasih
yang sudi untuk membaca. Oh ya, sempat sih pengen pakai gue/ elu biar lebih
santai kesanya tapi sepertinya kurang cocok untuk diriku yang datang dari kota
kecil ini, jadi biarkan aku tetap menggunakan aku dengan bahasa yang sedikit
kaku ini, karena inilah aku. J
ps: diedit dan dilengkapi setelah otak ini lama membeku dari tengah malam itu
Komentar
Posting Komentar