Langsung ke konten utama

Kamu dulu airku



Hilang rasa ini, hilang ketika kamu tidak meyirami bungaku. Tak lagi berkembang ketika kamu membuatnya layu. Namun berbeda dulu, mekar bunga ini mekar. Mekar merekah laksana mawar merah, merona karena curahan kasih yang kamu beri. Subur dan kuat karena setiap hari kamu sirami. Mungkin seperti ini rasaku padamu dulu. Hilang, lupa, dan hambar jika mendengar namamu untuk sekarang. Kamu yang dulu laksana air segar bagi bunga ini, kini menyirami bunga lain karena bejana itu tergerak oleh tangan- tangan untuk menyiram bunga lain. Biasa saja tanpa amarah, karena aku tahu jalan cerita itu, tahu bunga baru itu dan tau tangan tangan penggerakmu. Namun, semudah itu kamu mengikuti tangan- tangan itu, atau mungkin itu memang sifatmu? Air yang mengalir mengikuti arus, menyirami yang mana saja. Rasaku sudah berubah, tak lagi gundah mendengar bunga baru yang merekah karenamu. Bunga baru itu berbicara padaku, tawa palsu menyeruak menutupi cerita dulu membahagiakan bunga baru. Bunga baru itu yang meminta segarnya siramanmu ketika kau sibuk menyirami bungaku, bunga baru itu yang meminta tangan- tangan untuk menggerakanmu ketika kamu masih bertahan pada bungaku. Mereka berhasil, bunga baru itu dan tangan- tangan itu membuatmu mengalir meninggalkan bungaku. Dan asal kamu tahu, bunga barumu tak lagi menginginkanmu dan tangan- tangan penggerakmu sudah lama melepaskanmu. Kini aliranmu mengikuti arus yang telah mereka buat. Mereka berhasil namun bunga baru itu tak lagi menginginkamu. Aku ingin tahu airku, apa maksud gemercikmu. Mengapa gemercikmu seakan mengisyaratkan kamu masih berusaha menyirami bungaku. Apa maksud gemercikmu yang menceritakan merekahnya bungaku tapi kamu airku tetap mencari bunga baru itu. Kemana muaramu sebenarnya? Kamu dulu airku, sekarang bungaku layu dan bunga baru itu temanku merekah mencari air tapi bukan kamu. Mengertilah air, kamu bisa pecahkan batu tapi tak seharusnya bungaku layu. Namun tenang air, aku bukan lagi mawar merah namun tulip putih yang menunggu air dari hulu yang baru, dari bejana emas tanpa tangan penggerak menyirami tanpa rasa semu, karena tulip putih ini menginginkan aliran yang pasti. Aliran deras atau kering sama sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Greget kamis 26 juni

Ada cerita baru hari ini (kamis, 26 juni '14), bertemu dengan teman- teman di sekolah. Seperti dulu saat masih sekolah aku selalu suka hari minggu karena besoknya akan sekolah dan bertemu dengan teman- teman terutama bertemu dengan seseorang yang biasa saja tapi entah kenapa aku selalu senang bertemu denganya. Hari ini aku bertemu denganya lagi, tapi entah kenapa setelah sekian lama tidak pernah berjumpa, semuanya terasa hampa, ingin menyapa tapi tidak tahu bagaimana caranya :( . Untuk melihat ke arahnya saja sulit. Sebenarnya aku bukan orang yang mudah mengaku jika aku punya rasa dengan seseorang, bahkan teman terdekatku tidak akan tahu siapa yang aku suka. Tapi untuk orang yang satu ini membuatku berbeda, rasanya terlalu gemas hingga ingin cerita ke teman- teman, atau membuat tweet atau status tentang dirinya,  untungnya aku masih bisa menahan. Mungkin menulis disini akan lebih baik karena yang membaca tulisanku ini pun mungkin bukan orang- orang yang kenal denganku, aku tahu bet...

Persahabatan yang Indah

Persahabatan bukan terjadi karena perkenalan yang telah cukup lama. Jika dikehendaki baru kenal dan merasa nyaman untuk bercerita, bertukar pikiran, marah-marahan untuk menemukan jalan keluar, jalan bareng, dan punya pemikiran yang sama bisa saja langsung menjalin persahabatan yang indah. Persahabatan yang indah biasanya tidak tahu pasti bagaimana persahabatan tersebut bermula, hal apa yang menyebabkan mereka menjadi lebih dekat dan kapan mereka saling peduli dan berapa lama mereka kenal, persahabatan yang indah akan terjadi secara alami, diawal pertemuan pasti tidak akan terlintas bahwa orang ini akan menjadi sahabat saya nanti, karna orang ini memiliki sesuatu yang spesial didirinya, jika memang ya dan berpikir seperti itu maka orang tersebut akan selalu mencari keistimewaan di diri temanya, mencari apa yang dapat berguna baginya, mencari karakter yang cocok denganya. Jika hal itu terjadi, tidak akan pernah ada sahabat yang sesuai dan benar- benar sempurna dengan kriteria- kriteria t...