Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Kisah Semu

Telah kurangkai sepenggal kisah, tak tau apakah itu tentang penggalan cerita hidup atau sepenuhnya khayalanku. Kubuat cerita tentang indahnya pertemuan, kurangkai dengan diksi yang menghanyutkan. Kuikuti isi hati dari lamunan yang menciptakan perjalanan semu, dalam kisah fiktif yang tertulis untuk menenangkan dan melepaskan kegundahan hati. Kegundahan karena dipenuhi dengan angan, angan yang dirangkai dengan imaji dan tak pernah tau berujung kenyataan atau hanya bagian dari cara untuk menikmati sendiri. Hampir- hampir kumulai kisah itu, sudah kutetapkan sang pemeran utama, kugambarkan dia seolah dia nyata, bahkan telah terpikir olehku bagaimana akhir dari kisah semu itu. Bahkan sebenarnya tak hanya sebait yang telah kurangkaikan untuk fiksi yang belum kuberi judul itu. Dari cerita rekaan itu, kuandaikan hidupku. Dan akhirnya aku sadar akan siapa diriku, tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada Tuhanya. Kurangkai kehidupan yang kuinginkan tapi Allah berikan kisah yang ...

Dia yang Hantinya Terejerembab dalam Lembah Hatiku

Aku rasa dia yang terjerembab hatinya dalam lembahku bukan karena rupa tapi karena tabiat yang tak seperti mereka yang sangat gemulai karena khodrat kewanitaanya, karena pembawaan mereka hingga banyak yang ingin melindungi mereka. Bagaimana dengan aku? Kata temanku aku ini gila karena pernah berdiri didepan manusia2 yang haus kekuasaan dan ketenaran untuk menjinakan kehausan mereka, apalagi karena aku tak berpikir panjang saat itu, mungkin batinya dia yang seorang lelaki saja harus mempersiapkan jiwa raga untuk menghadapi manusia buas itu, tapi perempuan aneh ini spontan saja bergerak. Yang ku tahu sifat dasar lelaki adalah ingin melindungi perempuanya, jadi cukuplah bagiku untuk tau diri dengan tabiatku tak ada yang berkeinginan untuk membagikan lenganya untuk jadi genggamanku. Satu lagi sifat dasar lelaki yang ku ketahui, bahkan bukan hanya lelaki tapi mungkin semua manusia yaitu adalah tertarik pada perwujudan atau apa yang tampak dalam dirimu kalau kamu perempuan maka kesan yang d...

Senin, aku menyukaimu

Hai senin, selamat bertemu lagi Hai senin, berdebar aku menunggumu Hai senin, melonjak aku dipertemuan kita Mengapa aku menyukaimu, ketika yang lain tak begitu Mengapa aku merindumu, ketika yang lain tak begitu Mengapa aku menantimu, ketika yang lain tak begitu Senin, Terimakasih kau hadir Karenamu Lebih banyak aku menatapnya Lebih banyak aku bersamanya Lebih banyak aku didekatnya Lebih banyak aku berbicara denganya Lebih banyak perhatianya untuku Lebih banyak suaranya untuku Lebih banyak tatapanya untuku Lebih banyak energinya untuku Bagaimana aku begitu menyukai senin? Karena senin aku bertemu selasa dan lainya Karena senin aku bertemu sabtu pilu Pilu karena minggguku tak dapat bersamanya Tapi itu seninku yang dulu Tapi itu seninku yang lalu Tapi itu seninku ketika dia ada Tapi itu seninku ketika aku dan dia Seninku tentang dia Hariku tentang dia Waktu dulu ketika ada dia Dan sekarang tak begitu Seninku hambar Kedatanganmu tak begitu kusukai Aku sepe...