Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Problema Maba

Mahasiswa baru biasanya dituntut untuk menjadi aktif di kampus, tapi apakah untuk menjadi aktif harus bertingkah laku yang kurang sesuai norma agar mendapat perhatian dan menjadi yang diperhitungkan? Semua itu tergantung pilihan masing- masing individu, bagaimana maba tersebut menjadi aktif. Strategi yang diterapkan masing- masing orang mungkin berbeda, namun alangkah lebih baik jika ingin dekenal orang dengan cara yang sesuai nilai- nilai, dan norma- norma sehingga terkesan lebih pantas. Ada kalanya seseorang harus diam agar dapat membaca situasi dan perilaku orang- orang disekitar agar dapat menyesuaikan diri dengan lebih pantas. Tapi beberapa orang juga dapat langsung aktif agar semua perhatian tertuju padanya dengan cara yang positif. Namun sebagai muslimah bahkan masyarakat Indonesia yang terkenal sopan dan ramah, bukankah lebih baik untuk menjadi orang yang lebih sopan. Menjadi aktif seharusnya dengan tujuan membawa nama kampus menjadi lebih baik di lingkungan luar dengan member...

Numpang Lewat

Ada sebuah ungkapan "mengapa harus bertemu jika akhirnya akan terpisah", ungkapan yang mengarah pada rasa sesal, marah, dan tidak dapat menerima kenyataan. Ungkapan itu tidak akan berlaku jika kita sesalalu memiliki pola pikir yang positif, ada kalanya Tuhan memberikan skenario yang cukup berat untuk kita jalani. Semisal, kita dipertemukan dengan seseorang yang dapat meluluhkan hati kita, seseorang yang tak terduga datang dan membuat kita jatuh cinta padanya. Dengan adanya seseorang itu kita merasa bahagia, seakan- akan tuhan telah mengirimkan sesorang yang benar- benar sesuai dengan kita. Biasanya rasa syukur atas kedatangan orang itu dihidup kita akan selalu mengalir, apalagi ketika kita melihat matanya yang memancarkan cinta. Saat itu kita akan terlena, terlalu berbunga- bunga karnanya. Namun saat kita berpisah dengan orang tersebut dengan alasan ataupun tanpa alasan kita akan mengeluh pada tuhan "kenapa Kau pertemukan kami jika akhirnya kami berpisah?". Sa...

Komunikasi dengan Bahasa

Kunci dari komunikasi adalah bahasa, jika tidak ada bahasa tidak akan terjadi komunikasi. komunikasi terjadi antara dua orang atau lebih dengan komunikasi dua arah dan bahasa yang sama, jika komunikasi hanya terjadi satu arah atau dengan bahasa yang hanya dimengerti satu orang akan terasa sulit. bahkan dengan bahasa isyaratpun tidak semudah itu, jika satu sisi menggunakan lambaian tangan yang dimengerti sebagai ungkapan menolak, tapi disisi lain lambaian tangan diartikan sebagai isyarat untuk berpisah, maka akan terjadi miss komunikasi. jadi untuk melakukan omunikasi harus ada kesepakatan bahasa yang dimengerti oleh kedua sisi. misalkan ada dua orang yang berbeda, berasal dari daerah yang berbeda dengn bahasa daerahnya masing- masing dan akan melakukan perbincangan, maka akan sulit untuk saling mengerti, maka mereka harus menggunakan bahasa nasional yang bisa dimengerti oleh kedua orang tersebut. Jadi bahasa adalah unsur yang tidak bisa dihilangkan untuk berkomunikasi. seseorang akan ...