Hilang rasa ini, hilang ketika kamu tidak meyirami bungaku. Tak lagi berkembang ketika kamu membuatnya layu. Namun berbeda dulu, mekar bunga ini mekar. Mekar merekah laksana mawar merah, merona karena curahan kasih yang kamu beri. Subur dan kuat karena setiap hari kamu sirami. Mungkin seperti ini rasaku padamu dulu. Hilang, lupa, dan hambar jika mendengar namamu untuk sekarang. Kamu yang dulu laksana air segar bagi bunga ini, kini menyirami bunga lain karena bejana itu tergerak oleh tangan- tangan untuk menyiram bunga lain. Biasa saja tanpa amarah, karena aku tahu jalan cerita itu, tahu bunga baru itu dan tau tangan tangan penggerakmu. Namun, semudah itu kamu mengikuti tangan- tangan itu, atau mungkin itu memang sifatmu? Air yang mengalir mengikuti arus, menyirami yang mana saja. Rasaku sudah berubah, tak lagi gundah mendengar bunga baru yang merekah karenamu. Bunga baru itu berbicara padaku, tawa palsu menyeruak menutupi cerita dulu membahagiakan bunga baru. Bunga baru itu yang m...
Disini di ruang pribadiku akan kubagi sepenggal skenario hidupku dari pengalaman, hobby, hingga cerita tentang dia dan Dia